Tipe-Tipe Stalker Dalam Melakukan Aksi Stalking

Tipe-Tipe Stalker Dalam Melakukan Aksi Stalking – Stalking adalah salah satu kejahatan paling menyebalkan yang diderita dan dapat menimpa siapapun. Mereka yang kena stalking, hampir dipastikan hidupnya akan banyak kesusahan, apalagi di negara maju, seperti di AS, peristiwa stalking ini tidak digambarkan tabu dalam budaya, kesopanan, namun akhirnya dikategorikan sebagai penyimpangan psikologis, di mana pelakunya dari sudut pandang pelaku harus disembuhkan. Sementara dari sudut pandang korbannya, pelaku harus dipenjarakan.

Stalker melakukan lebih dari pelecehan psikologis korban mereka. Penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa stalker cenderung sangat kejam dalam banyak situasi. Dibandingkan dengan sebagian besar penjahat lainnya, termasuk anggota geng dan kelompok kejahatan terorganisir lainnya, stalker jauh lebih mungkin untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap korban mereka. Namun, kemungkinan kekerasan ekstrem oleh stalker masih jauh lebih rendah daripada yang diyakini banyak orang.

Dalam sebagian besar penelitian tentang kekerasan, sekitar 30 persen dari kriminal yang melakukan kekerasan, mereka melakukan tindakan stalking sebelum beraksi. Dari jumlah tersebut, 50 persennya dilakukan karena urusan personal, entah mantan suami atau mantan pasangan. Sekitar 59 persen dari tindakan ini dilakukan oleh stalker yang ditolak cintanya oleh seseorang. Dan setengah dari jumlah 59 persen itu ingin mengendalikan korbannya agar mereka tetap mencintainya/possesif.

Artinya memang ada stalker yang tidak menyerang fisik atau seksual mantan pasangan, pacar, atau istri. Mereka biasanya sekedar menakut-nakuti atau membahayakan korban dengan tindakan seperti memukul kap mobil, merusak properti, menendang meja kursi, atau memperlihatkan senjata.

Para stalker yang ditolak cintanya sering menggunakan kekerasan, mudah emosional dan impulsif. Sementara stalker predator yang menguntit korban wanita tidak dikenal, mereka cenderung tenang. Kekerasan mereka lebih direncanakan sebelumnya untuk mencapai tingkat ketakutan maksimum. So. Stalker ini punya banyak motivasi, di antaranya, patah hati, kebencian, obsesi, dan keinginan untuk berhubungan intim. Tapi, menurut para ahli dari anggota agen sbobet setidaknya ada lima jenis stalker, semuanya dengan perilaku dan motivasi yang berbeda :

1. Tipe pertama adalah stalker yang ditolak cintanya, yang mulai melecehkan korban setelah hubungan yang romantis atau yang dirasakan tidak memuaskan berakhir. Stalker yang ditolak cintanya melakukan tindak stalking agar terus memiliki pengaruh atas korbannya.

2. Tipe kedua stalker yang sekedar mencari keintiman, meskipun korban tidak mengetahui perasaan stalker. Stalker percaya bahwa tindakannya pada akhirnya akan memberikan keintiman dengan sang korban.

3. Tipe ketiga adalah stalker yang tidak kompeten, yang seringkali canggung secara sosial dan berusaha untuk tidak mendekati korban secara langsung. Seperti para pencari keintiman, orang ini lebih suka mengintai lewat sosial media, atau ambil gambar dari kamera pribadi, daripada benar-benar mencoba hubungan yang normal.

4. Tipe keempat adalah stalker yang kesal, yang merasa bahwa ia telah dihina oleh korban setelah diputuskan sang korban. Stalker yang marah ini lebih berbahaya daripada tiga jenis sebelumnya.

5. Namun, tipe stalker terakhir adalah yang paling berbahaya. Stalker predator tidak menginginkan keintiman atau hubungan romantis. Ia hanya menginginkan kekuasaan dan kontrol atas korban, dan akan menggunakan kekerasan agar si korban takluk.

Jika sudah demikian, penjara adalah solusinya, para pelaku stalker harus bisa disembuhkan. Efek merusak stalking sudah jelas berdampak pada kehidupan korban dan pelakunya. Mengapa pelakunya tetap melakukan itu? Itulah yang semestinya menjadi tugas para ahli agar peristiwa ini bisa secara metodis dihilangkan.

Informasi Pentingnya Penanggulangan Stalking di Amerika Serikat
Artikel Berita Blog Informasi

Informasi Pentingnya Penanggulangan Stalking di Amerika Serikat

Informasi Pentingnya Penanggulangan Stalking di Amerika Serikat – Bulan Januari di Amerika Serikat secara khusus dijadikan sebagai National Stalking Awarenes Month (NSAM) atau Bulan Kesadaran Menguntit Nasional. Penguntitan sendiri menurut Justice Departemen’s Bureau of Justice Statistics sebagai tindakan yang menyebabkan orang merasa takut akan keselamatannya. Manta Presiden Amerika Serikat, Obama pun mengakui betapa bahayanya dampak penguntitan atau stalking ini bagi para korban yang mengalaminya. Faktanya, di Amerika Serikat jumlah kasus penguntitan yang dialami pria dan wanita sangatlah banyak dalam setahun. Kebanyakan kasus penguntitan ini pun tidak dilaporkan ataupun ditangani dengan baik. Untuk itulah pemerintah Amerika Serikat sendiri sudah bertekad untuk mencegah dan menanggulangi kejahatan penguntitan dengan baik. Salah satunya dilakukan dalam jalur pendidikan dimana dari pendidikan inilah orang akan mampu mencegah dan mengenali perilaku stalking. Ketika sudah mampu mengenali maupun mencegahnya dengan baik, mereka bisa melaporkannya kepada pihak berwajib dan para pelaku bisa dimintai tanggung jawabnya akan perilaku penguntitan yang dilakukan. Hal ini tentu saja bisa memastikan para korban bisa terjamin keselamatannya dan bisa memperjuangkan hak-hak yang dipunyai.

Kesadaran akan pentingnya penanggulangan stalking di Amerika Serikat ini didasari oleh fakta bahwa kejahatan ini merupakan kejahatan besar tetapi belum disadari oleh banyak orang. Memang awalnya kejahatan menguntit ini tampak seperti hal yang tak berbahaya seperti perilaku melakukan panggilan telepon, mengirimkan pesan lewat beragam media, meninggalkan beragam barang dan mengikuti korban ke berbagai tempat. Namun beragam prilaku inilah yang akan membahayakan para korban dan menjadi awal kejahatan yang jauh lebih serius lagi. Data dari National Intimate Partner and Sexual Violence Survey (NISVS) sendiri menunjukan banyaknya jumlah kasus dari penguntitan yang amat berbahaya. Data ini menunjukan bahwa hampir satu dari enam perempuan sudah pernah menjadi kroban penguntitan yang berdampak pada rasa takut berlebihan dan beragam hal merugikan lainnya. Tak hanya perempuan saja, data dari NISV ini juga menunjukan bahwa satu dari 19 laki-laki juga pernah mengalami kasus penguntitan berat yang sama dan amat berbahaya. Walaupun kejahatan menguntit sering kali terjadi pada para pemain judi online tapi tidak pernah dilaporkan oleh para korban. Untuk itu mulai dari sejak dini stalking harus dicegah dan mendapatkan perhatian lebih jangan sampai hanya diabaikan saja. Saking pentingnya masalah stalking sendiri, di Amerika Serikat masalah ini menjadi salah satu dari empat kejahatan yang dibahas dalam Undang-Undang Kekerasan Terhadap Perempuan atau Violence Against Women Act.

Dalam langkah penanggulangan stalking di Amerika Serikat sendiri, OVW mengambil langkah guna memastikan tercipta komunitas aman dan pendukung bagi para stalking survivors. Selain itu, di tahun 2000, Kantor Departemen Kehakiman AS berkerjasama dengan National Centre for Victims of Crime (NCVS) membentuk Stalking Resource Centre (SRC). SRC Amerika Serikat ini sendiri akan mampu memberikan bantuan teknis dan pelatihan guna meningkatkan respons tepat terhadap kejahatan penguntitan. Komunitas ini juga punya komitmen untuk mengumpulkan beragam informasi dan pengetahuan terbaik mengenai penguntitan. Bahkan untuk mewujudkan hal tersebut, SRC Amerika Serikat sendiri melakukan penelitian kebijakan dan juga menganalisis sekaligus melacak keberhasilan program yang berjalan. Dalam rangka penanggulangan stalking di Amerika Serikat ini juga dilakukan dengan mengkampanyekan kesadaran bahayanya penguntitan dan jangan sampai diabaikan begitu saja sebagai masalah kecil. Terdapat sumber daya khusus bagi para korban penguntitan yang memang membutuhkan batuan untuk menyelesaikan kasusnya dengan baik.

Ini Dia Komunitas Penanggulangan Stalking Resource Centre (SRC) Amerika Serikat
Artikel Berita Blog Informasi

Ini Dia Komunitas Penanggulangan Stalking Resource Centre (SRC) Amerika Serikat

Ini Dia Komunitas Penanggulangan Stalking Resource Centre (SRC) Amerika Serikat – Jumlah kasus stalking di Amerika Serikat memang sangatlah banyak. Dari data yang ada, sekitar 6% laki-laki pernah mengalami penguntitan atau stalking dan parahnya lagi 15% perempuan lebih banyak pernah mengalami kasus tersebut selama masa hidupnya. Bahkan di Amerika Serikat Sendiri, bulan Januari menjadi bulan kesadaran penguntitan nasional alias National Stalking Awareness. Nah, untuk menanggulangi kasus stalking ini, terdapat sebuah komunitas khusus bernama Stalking Resource Centre (SRC). SRC AS ini sendiri merupakan sebuah komunitas khusus yang dibentuk oleh National Centre for Victims of Crime (NCVC) yang bekerja sama dengan Kantor Departemen Kehakiman AS pada tahun 2000 silam. Sudah lebih dari 100.000 orang profesional dilatih oleh komunitas ini untuk menanggulangi masalah stalking terutama pada korbannya yang tersebar di 50 negara bagian AS. Kehadiran SRC AS ini sebagai salah satu jalan penanggulangan penguntitan di AS walaupun memang pemerintah sudah punya banyak cara untuk penanggulangan tersebut tetapi masih banyak celah yang berusaha ditutupi oleh komunitas ini. Menariknya lagi, SRC AS ini juga memberikan bantuan secara teknis kepada beragam komunitas yang ada guna meningkatkan respons yang dipunyai pada masalah penguntitan.

Komitmen yang dipegang oleh SRC AS ini adalah untuk meningkatkan kesadaran, advokasi dan juga meningkatkan keselamatan korban pengunititan. Beragam promosi dilakukan untuk meuwjudkan komitmen tersebut. Selain itu, SRC AS ini bertekad untuk meminta pertanggungjawaban secara penuh kepada para pelaku kejahatan stalking yang amat merugikan. Nah, SRC AS ini punya beberapa misi untuk wujudkan berbagai tujuan ataupun komitmen yang hendak diraih mulai dari meningkatkan kemampuan yang dipunyai para profesional maupun organisasi serta secara aktif membuat sistem efektif guna merespon kejahatan penguntitan yang terjadi. Impian dari SRC AS ini adalah terwujudnya sebuah dunia dimana ada banyak mitra sekutu komunitasnya, sistem peradilan pidana untuk kasus pengunitan yang efektif serta alat terbaik yang saling bekerja sama guna mencegah dan menyelesaikan masalah pengutitan tersebut. Diharapkan para korban bisa meningkat kesejahteraan maupun keselamatannya dan para pelaku pun bisa dimintai pertanggungjawaban akan perilaku yang dilakukan. Berbagai pihak pun yang datang ke SRC AS akan dilayani mulai dari masyarakat luas, media, lembaga berbasis komunitas, praktisi dalam sistem peradilan sipil dan pidana, sampai kantor penerimaan hibah kekerasan terhadap perempuan. Banyaknya pihak yang diterima oleh SRC AS ini dikarenakan kesadaran bahwa untuk meningkatkan kesadaran dan penanggulangan akan masalah stalking ini butuh kerja sama dari banyak pihak.

Terdapat banyak sekali layanan yang diberikan oleh Stalking Resource Center (SRC) AS ini mulai dari layanan pelatihan, bantuan teknis dan layanan akan pusat informasi. Dalanm situs web dari komunitas ini menyediakan banyak sekali informasi yang memang dibutuhkan bagi para korban penguntitan untuk mencegah, menangani dan juga melaporkan kasus tersebut. Beberapa informasi yang disediakan dalam sistem informasi situs web SRC AS ini ada informasi mengenai UU penguntitan federal yang berlaku di Amerika, panduan sumber daya online, profil para praktisi dan masih banyak lagi. Sementara itu para praktisi dari Stalking Resource Center ini bisa langsung menambah pengetahuan dan informasinya lewat clearinghouse informasi yang akan membagikan mengenai banyak bahan informasi meliputi alat pendidikan yang dikhususkan bagi praktisi, kurikulum multi disiplin, model protokol, artikel dan penelitian yang membahas mengenai penguntitas dan berbagai masalah tertaik dan lain sebagainya. Anda bisa melihat beragam pencampaian dari SRC AS ini langsung pada website yang dipunyai. Apabila Anda membutuhkan bantuan juga bisa menghubungi komunitas ini.

Apa Yang Di Derita Korban Stalking?
Artikel Berita Blog Informasi

Apa Yang Di Derita Korban Stalking?

Apa Yang Di Derita Korban Stalking? – Dampak dari stalking dapat bervariasi sesuai dengan karakteristik korbannya, pengalaman masa lalu, atau keadaan saat ini, dan apa yang korban ketahui, atau tidak tahu, tentang stalker. Lalu bagaimana orang yang ada didekat korban menanggapi situasi nya, termasuk bagaimana para stalker dtanggapi oleh pihak berwenang, dapat mempengaruhi efek keseluruhan terhadap korban.

Terlepas dari kompleksitas yang memperlihatkan variasi dari pengalaman dan reaksi individu korban yang distalking, beberapa penelitian telah menunjukkan pola respons yang sama. Meskipun korban wanita biasanya melaporkan tingkat depresi yang lebih besar. Walau begitu, penelitian juga telah menemukan bahwa laki-laki yang mengalami stalking juga mengalami gejala yang serupa dengan yang dilaporkan oleh para korban wanita.

Meskipun tidak lengkap, berikut ini adalah beberapa efek yang dialami oleh para korban stalking:
1. Efek pada kesehatan mental
– Penyangkalan, kebingungan, keraguan akan diri sendiri, mempertanyakan apakah apa yang terjadi tidak masuk akal, bertanya-tanya apakah dirinya telah bereaksi berlebihan.
– Frustrasi.
– Rasa bersalah, malu, menyalahkan diri sendiri.
– Kekhawatiran, ketakutan, terteror saat sendirian, atau bahwa mereka, orang dekat, atau hewan peliharaan akan dilukai.
– Merasa terisolasi dan tidak berdaya untuk menghentikan pelecehan.
– Depresi (serta semua gejala yang berkaitan dengan depresi).
– Kecemasan, serangan panik, agorafobia (takut meninggalkan rumah, tidak pernah merasa aman).
– Kesulitan berkonsentrasi dan terus mengingat berbagai hal sehingga saat bermain permainan slot online di situs taruhan judi online resmi Indonesia, terus mengalami kekalahan karena tidak bisa berkonsentrasi pada permainan dan hanya merasa takut akan teror yang dialami.
– Ketidakmampuan untuk tidur – sering mimpi buruk, sering melamun.
– Lekas marah, marah, terpikir membunuh.
– Mati rasa secara emosional.
– Gejala gangguan Stres Pascatrauma. hypervigilance (selalu waspada), selalu kilas balik kejadian menakutkan, mudah kaget.
– Ketidakamanan dan ketidakmampuan untuk memercayai orang lain, masalah dengan keintiman.
– Kepribadian berubah karena menjadi lebih curiga, introvert atau agresif.
– Jadi tergantung pada alkohol / obat.
– Pikiran membunuh diri dan / atau percobaan bunuh diri.

2. Efek pada kesehatan fisik
– Kelelahan karena kesulitan tidur, terus-menerus berjaga-jaga, gejala depresi
– Efek stres kronis termasuk sakit kepala, hipertensi
– Terkena Maag/Tukak Lambung.
– Fluktuasi berat karena makan tidak teratur.
– Pengembangan atau eksaserbasi dari kondisi yang sudah ada sebelumnya mis. asma, tukak lambung dan psoriasis.
– Pusing dan sesak napas
– Dampaknya pada kesehatan karena meningkatnya penggunaan alkohol, rokok atau obat-obatan.
– Frigid, atau disfungsi seksual
– Cedera fisik karena tidak berkonsentrasi atau berada di bawah pengaruh zat
– Jantung berdebar dan berkeringat

3. Efek pada pekerjaan dan sekolah
– Memburuknya kinerja sekolah / pekerjaan
– Cuti sakit meningkat
– Sering meninggalkan pekerjaan hingga dipecat
– Mengubah karier

4. Efek pada kehidupan sosial
– Kawan-kawan korban ada yang menarik diri dari korban karena mereka tidak percaya pada korban, Kehilangan kehidupan di media sosial, Facebook, Instagram, twitter, dan internet, karena takut dirinya di ekpos oleh stalker
– Korban pindah ke area baru, mengubah nomor telepon, nama atau bahkan penampilan mereka.

Derita Korban Stalking

5. Efek pada keuangan
– Kehilangan pendapatan karena cuti sakit, meninggalkan pekerjaan atau berganti karier.
– Biaya yang dikeluarkan untuk biaya hukum.
– Biaya untuk mengganti segala registrasi pribadi atau akun di bank, toko online, dll.
– Biaya untuk alat keamanan di rumah dan pribadi.
– Biaya yang keluar untuk memperbaiki kerusakan properti.
– Biaya untuk konseling psikologis dan perawatan medis.
– Biaya pindah rumah jika hal itu dilakukan.

Betapa seriusnya stalking pada kehidupan korban, maka sudah semestinya hukuman pada stalker wajib di perberat, dan aparat harus mencegah peristiwa ini agar tidak terjadi di masa mendatang.

Apa Saja Tindakan Stalking?
Artikel Berita Blog Informasi

Apa Saja Tindakan Stalking?

Apa Saja Tindakan Stalking? Mayoritas kasus stalking melibatkan pria yang menguntit wanita, tetapi pria menguntit pria, wanita menguntit wanita, dan wanita menguntit pria juga banyak terjadi. Pelaku stalking bisa saja seseorang yang Anda kenal dengan baik, atau seseorang yang tidak Anda kenal sama sekali –itu bukan pokok masalah, yang dikenal ataupun yang tidak dikenal keduanya sama-sama membahayakan.

Sebagian besar orang yang ngedate, berkencan singkat, atau pedekate, dengan orang yang ternyata bermasalah dengan kepribadian, bisa saja mengalami peristiwa ini. Bahkan dalam beberapa kasus, stalking bisa terjadi pada pasangan yang puluhan tahun saling membina rumah tangga, namun pada saat berpisah, salah seorang di antara pasangan merasa terpukul dan tidak rela melepas pasangannya, walau hakim telah mengetuk palu perceraian dengan syah.

Peristiwa stalking orang yang tadinya intim digambarkan dalam beberapa film, salah satu yang terkenal adalah dalam serial film, Boston Legal. Mantan kekasih Allan Shore, yakni Christine yang telah direhabilitasi di RSJ karena menguntit Shore, dibebaskan karena merasa telah sembuh. Namun, kebiasaan menguntit itu dilanjutkan Christine walau dirinya telah dinyatakan sembuh, memberi arti bahwa stalking itu bukan penyakit biasa yang mudah sembuh.

Pelaku stalking pasangan yang tadinya intim, sering mendekati target mereka berbekal kebiasan yang sudah diketahui pelaku. Dan perilaku mereka meningkat lebih agresif dibanding stalking orang yang tidak dikenal, karena adanya mentalitas possesif.

Bagaimana Cara Pelaku Melakukan Aksinya

• Mengikuti Anda kemanapun Anda pergi, dan muncul di suatu momentum untuk menunjukkan keberadaan dirinya agar diakui, terkadang dilakukan dengan cara mempermalukan Anda dihadapan orang yang penting.
• Mengirim hadiah, surat, kartu, atau email, bahkan hingga komentar spam di halaman sosial media, yang tidak diinginkan oleh korban.
• Merusak properti pribadi Anda, seperti rumah, mobil, kotak surat, koran yang dilempar oleh loper, pepohonan, bahkan menyusup dan merusak meja kerja Anda di kantor.
• Memonitor penggunaan komputer, dan telepon, serta mencoba meretas halaman sosial media Anda, mengirim gambar tidak senonoh melalui berbagai aplikasi dengan menyamarkan diri, atau melakukan dengan terang-terangan.
• Menyusupkan teknologi, seperti kamera tersembunyi di dalam rumah Anda tanpa sepengetahuan, atau menanam sistem penentuan posisi global (GPS) dalam mobil, dompet, hingga ponsel untuk melacak ke mana Anda pergi.
• Mengendarai kendaraan dengan berputar-putar di area rumah, sekolah, atau kantor Anda, dan memperlihatkannya secara terang-terangan.
• Mengancam melukai Anda, keluarga, teman, atau hewan peliharaan. Ancaman kadang dikirimkan lewat surat kaleng. Jenis ancaman yang lebih bahaya lagi adalah mengekpos foto-video privat Anda bersama dia ke publik lewat berbagai aplikasi sosial media.
• Mencari tahu sebanyak mungkin tentang Anda dengan menggunakan catatan publik atau layanan pencarian online, merekrut penyelidik, menelusuri sisa sampah dokumen, atau menghubungi teman, keluarga, tetangga, atau rekan kerja untuk ditanyai.
• Menyebarkan rumor tidak sedap atau memposting kegiatan bermain anda di situs judi online resmi terpercaya Indonesia di Internet, di tempat umum, atau dari mulut ke mulut sehingga orang-orang menganggap anda adalah seorang penjudi.

Serta banyak tindakan lainnya, sehingga para pelaku stalker ini, jangan sampai dibiarkan. Dua pertiga dari pelaku stalking mengejar korban masing-masing setidaknya sekali seminggu dengan menggunakan lebih dari satu metode pendekatan. Dalam 1 dari 5 kasus senjata sering digunakan untuk mengancam atau menyakiti korban. 1/3 dari pelaku kekerasan dengan senjata di Amerika Serikat telah melakukan upaya stalking kepada korban-korban mereka.

Tindakan Stalking Merupakan Tindakan Kriminal
Artikel Berita Blog Informasi

Tindakan Stalking Merupakan Tindakan Kriminal

Tindakan Stalking Merupakan Tindakan Kriminal – Stalking atau penguntitan merupakan tindak kriminal yang awalnya hanya gangguan ketertiban biasa, namun lambat laun bisa menjadi kejahatan serius, seperti kekerasan, pemerkosaan, hingga pembunuhan. Oleh karena itulah tindakan stalking digambarkan sebagai pelanggaran yang serius, walaupun pelakunya terkadang dihukum dengan hukuman yang minimum.

Gambaran stalking ini telah lama di perlihatkan dalam roman-roman kuno sejak era Yunani kuno, seperti penguntitan dewa Apollo terhadap salah satu peri Olympus bernama Daphne. Keduanya dipisahkan oleh panah berlawanan dewa cinta Eros, Apollo dipanah untuk mencintai Daphne , namun Daphne dipanah untuk membenci Apollo, hingga akhirnya sang peri tidak tahan dikuntit terus menerus, maka dia mengutuk diri sendiri menjadi pohon salam. Namun cinta Apollo tidak hilang, sejak saat itu dia memakai daun salam sebagai mahkotanya, sebagai penanda bahwa dirinya akan terus bersama Daphne, atau lebih tepat menguntitnya.

Dari kisah Homer itu, jelas sudah bahwa menguntit merupakan perbuatan tidak menyenangkan, setidaknya pada orang yang dikuntit. Mereka yang dikuntit akan kehilangan sisi privasi, previles, bahkan membawa kecemasan serta simptom psikosomatis lain yang pada akhirnya membawa stress bagi yang dikuntit, jalan keluar Daphne yang ekstrim bisa saja terjadi pada korban yang dikuntit, sehingga masalah ini jangan sampai dipandang sebagai hal yang biasa saja.

Di Amerika Serikat, Menurut Biro Statistik Departemen Keadilan, 6,6 juta orang dewasa di AS mengalami peristiwa stalking atau dikuntit dalam periode satu tahun pada 2018. Tiga perempat dari para korban mengenal pelaku penguntitan mereka. Stalking adalah kejahatan yang menjalar, berbahaya, & berpotensi mematikan.

Stalking bukan lawakan, bukan juga bagian dari keromantisan, dan itu TIDAK baik-baik saja. 1 dari 4 wanita dan 1 dari 13 pria akan menjadi korban stalking di masa hidup mereka. Walaupun wanita lebih cenderung untuk distalking daripada pria, tapi siapa pun bisa menjadi korban stalking. Untungnya, stalking adalah salah satu dari sedikit kejahatan di mana aparat bisa melakukan intervensi awal sebelum berlanjut menjadi kekerasan yang membawa kematian.

Temuan spesifik tentang para stalker ini meliputi:

1. 6,6 juta orang dikuntit dalam satu tahun di A.S.
2. 61 persen dari korban perempuan dan 44 persen dari korban laki-laki dikuntit oleh pasangan intim masing-masing atau para mantan
3. 15 persen wanita dan 6 persen pria diperkirakan telah menjadi korban penguntitan selama hidup mereka

Dari data baru Departemen Kehakiman AS tersebut telah dijelaskan bahwa stalking data masih tinggi, meskipun di Amerika serikat perkara stalking merupakan kejahatan yang masuk ranah hukum pidana di 50 negara bagian, Distrik Columbia, Wilayah AS, dan pemerintah Federal. Sekali lagi karena stalking tidak akan berakhir baik-baik saja, dan sering bersinggungan dengan kejahatan lain seperti kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, dan pelecehan. Bisa dikatakan stalking ini merupakan prelude, suatu halaman pertama dan merupakan awal dari kejahatan yang lebih keras, sehingga melakukan intervensi awal sangatlah penting agar kekerasan lebih lanjut bisa dicegah.

Ambil contoh berdasarkan Hukum Michigan stalking didefinisikan sebagai “tindakan yang disengaja yang melibatkan pelecehan berulang atau terus-menerus terhadap orang lain yang akan menyebabkan orang merasa diteror, ketakutan, diintimidasi, diancam, dilecehkan atau dianiaya dan yang sebenarnya menyebabkan korban merasa diteror, ditakuti, terintimidasi, diancam, dilecehkan atau dianiaya. ” Pada titik itulah, maka jelas bahwa tindakan stalking merupakan tindakan kriminal.

Jika Tidak Kapok Di Hukum, Bisakah Stalker Disembuhkan?
Artikel Berita Blog Informasi

Jika Tidak Kapok Di Hukum, Bisakah Stalker Disembuhkan?

Jika Tidak Kapok Di Hukum, Bisakah Stalker Disembuhkan? – Terlepas dari pengalaman traumatik yang dialami banyak korban stalker, hanya 37 persen dari korban laki-laki dan 41 persen dari korban perempuan di Amerika Serikat melaporkan insiden stalking ke penegak hukum. Artinya ada di antara para korban, yang percaya bahwa penegakan hukum tidak dapat melakukan apa pun untuk membantu mereka. Padahal ada ancaman fisik yang mereka alami, tetapi banyak di antara korban yang tidak mengambil tindakan hukum.

Namun, keyakinan bahwa penegakan hukum tidak dapat membantu para korban ternetu memang sebagian benar. Meskipun tetap yang namanya hidup di negara hukum, maka melibatkan polisi dalam kasus stalking, adalah kewajiban warga negara yang terikat oleh hukum akan tetapi, masih ada batasan di mana pelaku stalking tidak begitu lama dikurung, karena faktor UU hukum pidana sendiri. Akibatnya, hampir 20 persen korban menyebut bahwa hukum tidak efektif melindungi mereka.

Juga banyak alasan lain mengapa stalking tidak dilaporkan. Sebagai contoh, banyak korban merasa bahwa situasi ini adalah masalah pribadi, walaupun beberapa negara telah mengatur adanya hukum untuk KDRT. Korban lain percaya bahwa kasus ini tidak penting atau mereka tidak memiliki bukti. Apalagi ada fakta jika 60 persen stalker melanjutkan perilaku mereka walau sudah dihukum oleh polisi.

Selain itu, undang-undang di AS juga mewajibkan harus ada berulang kali tindak pelecehan agar suatu kasus dianggap stalking. Meskipun, pihak penegak hukum mulai meningkatkan respons mereka terhadap stalker dengan bekerja sebagai tim dengan korban, profesional kesehatan mental, jaksa, dan petugas koreksi masyarakat, hal ini tidak serta-merta membuat korban merasa perlibatan aparat sebagai solusi.

Sehingga kita berharap adanya penyembuhan pada para stalker ini. Akhirnya saat stalker ditangkap dan dihukum, di dalam penjara pemerintah AS mencoba lakukan rehabilitasi pada pelaku stalker. Sekian banyak dokter juga tengah mengembangkan perawatan untuk para stalker dalam penjara sehingga mereka diminta intropeksi, menghentikan perilaku destruktif, dan beralih menjadi warga negara yang baik.

Ambil contoh Frank Farnham, seorang psikiater forensik yang terkenal, yang telah mulai merawat sekian banyak stalker berbahaya. Meskipun mereka mengakui bahwa mereka telah melakukan tindakan tercela, dokter mengatakan bahwa kunci untuk merawat stalker adalah menghentikan tindakan menghakimi sikap mereka. Banyak stalker yang tampak muluk-muluk dan narsis, tetapi itu tidak lebih dari sekadar menutupi harga diri yang rendah.

Begitu para stalker menyadari bahwa perilaku mereka bisa melukai diri sendiri juga orang lain, maka mereka bisa di ajak pulih. Banyak stalker juga menderita penyalahgunaan zat, depresi, atau penyakit mental/kejiwaan akibat mengalami kekalahan terus menerus dalam bermain, sehingga dengan terapi kejiwaan serta obat repulsan dari obat sebelumnya, bisa sangat efektif.

Dr Farnham melihat para stalker, pertama dan terutama, sebagai orang yang membutuhkan bantuan. “Mereka benar-benar kacau” katanya. Sejauh ini, 80 stalker telah dirujuk ke klinik oleh sistem peradilan pidana. 25 orang yang ditangani oleh Farnham, enam orang di antaranya telah pulih sepenuhnya dari serangan neurotik yang membuat mereka menstalking orang lain atau orang dekatnya.

Perawatan tersebut mengambil bentuk penilaian psikiatrik dan psikologis bersama di mana Farnham bersama para stalker mencoba mencari tahu asal amarah yang melibatkan para korban. Lalu Dikunci di situ untuk dicarikan solusinya. Jika ternyata penjara bisa jadi solusi penyembuhan, maka tinggal mendorong para korban untuk melapor kepada aparat saat terjadi tindak stalking terhadap mereka.

Cara Hindari Stalker Di Media Sosial
Artikel Berita Blog Informasi

Cara Hindari Stalker Di Media Sosial

Cara Hindari Stalker Di Media Sosial – Para pembuli online ada di mana-mana dan sekarang ini pembuly online menjadi concern utama milenialis, tapi yang paling bahaya adalah stalker online, mereka bisa datang dalam berbagai bentuk. Mereka tersembunyi, mereka bisa bermain kasar dengan mengirim gambar tidak senonoh, mereka pun bisa bertindak gila dengan menduplikasi akun, lalu menyebarkan isi yang tidak senonoh yang membuat akun Anda di suspend oleh admin.

Mereka bukan para pembully yang bisa saja diblokir, karena mereka adalah stalker di kehidupan nyata yang menganggu dunia sosial media Anda. Walau begitu, para stalker ini tidak semua yang punya otak hi tech. Jauh sebelum para stalker bisa beraksi, admin dari sosial media sudah membentuk mereka agar bebas dari para stalking, dengan lebih mengamankan akun original dengan triangulasi data yang lebih baik. Dalam hal ini kredit poin ada pada pengembang aplikasi sosial media tersebut. Walau hal itu belum menyembuhkan para stalker.

Walau begitu, Anda tentunya merasa sayang apabila menyerahkan semua kehidupan sosial media yang sudah eksis sejak lama untuk mengalah pada stalker. Anda bisa saja melakukan beberapa langkah di bawah ini, untuk mencegah para stalker berbuat apa yang mereka mau di sosial media Anda.

Tentu saja Anda sebelumnya harus bisa melakukan triangulasi data dengan pihak admin, Anda harus memastikan akun Anda terverifikasi sepenuhnya, mengikuti paduan komunitas, serta mengikuti langkah prevensi agar akun Anda tidak dihack yang disediakan oleh pengembang. Selain itu, lakukan langkah-langkah ini :

1. Percayai Insting Anda. Setiap merasa seolah-olah ada orang yang ingin melakukan hack, maka cobalah menutup peluang hacking itu dengan terus-menerus memperbaharui password.

2. Jangan mudah mengklik tautan yang tidak dimengerti. Hindari pesan-pesan spamming, dengan cara mengaktifkan pesan hanya khusus untuk teman saja.

3. Jika Anda ingin mengatakan tidak, katakan tidak pada orang yang Anda curigai sebagai akun palsu, meskipun dia beberapa kali mengajukan permintaan kawan. Anda harus lebih waspada dan mengabaikan permintaan dari orang-orang pertemannya sedikit, atau time line yang dia tuliskan, tidak terkait dengan isu yang sering Anda lontarkan.

4. Jika terlanjur berteman, dan dia mampu menembus kolom komentar. Langsung hapus dan jangan perang kata-kata. Tapi sebelumnya, Anda perlu capture komentar dia, lalu laporkan pada publik bahwa Anda baru saja menerima komentar dari seorang stalker, agar kawan-kawan online Anda paham dan memebrikan solusi.

5. Blokir. Gunakan opsi “blokir” entah di Twitter dan Facebook kepada orang yang dicurigai sebagai stalker di kehidupan nyata.

6. Sementara ini jangan terlalu mengekpos foto-foto terbaru Anda. Karena bisa menjadi bahan atau harta rampasan untuk para stalker. Misalkan Anda potong rambut, ganti penampilan, hindari berbagi dengan sosial media, agar sang stalker minim akan bahan yang dia gunakan untuk melakukan aksinya.

7. Beberapa stalker ada yang memiliki kemampuan IT, jika bertemu dengan yang demikian hangan menyerah. Karena beberapa piranti sosial media memiliki daya tahan tinggi terhadap upaya peretasan. Asalkan Anda tidak terjebak untuk asal menklik suatu tautan jebakan yang mereka kirim lewat email, pesan pribadi, atau gambar-gambar.

Beberapa orang bisa salah paham jika Anda terlalu sensitif, jadi bersikaplah biasa, hindari postingan yang terus membicarakan keadaan stalker itu, karena itu akan membuat mereka menjadi merasa penting. Selebihnya, cobalah lebih santai dan rileks, agar dia tahu Anda tidak kalah.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!